Sejak saya bergulat dengan dunia penulisan sekitar empat tahun yang lalu, saya hanya menulis sebagaimana saya tulis karya-karya saya. Namun beberapa tahun terakhir ini saya mulai berpikir tentang bagus tidaknya sebuah cerpen. Pernahkan Anda bertanya demikian? Bagaimanakah sebuah cerpen disebut baik dan bagus? Meskipun, saya sudah banyak membaca teori lewat buku-buku yang ada dan mendengarkan [...]
Arsip untuk Februari, 2010
EKSISTENSI CERPEN YANG PERLU DIPERTANYAKAN
Diposkan dalam Atap Sastra, Catatan, Esai, Label Cerpen, polemik pada Februari 25, 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
KEMBALI KE HAKIKAT (Puisi Sebagai Substansi)
Diposkan dalam Atap Sastra, Catatan, Label polemik, Puisi, sajak, sutarji, taufiq ismail pada Februari 25, 2010 | 3 Komentar »
Puisi merupakan suatu karya seni yang jenius. Dikatakan jenius karena puisi merupakan gabungan kata yang sangat unik, memiliki banyak interpretasi dengan berbagai unsur simbolik maupun unsur konotatif. Sehingga dapat dikatakan puisi itu adalah kata itu sendiri. Wajar bila kemudian sang Presiden Penyair, Sutarji mengatakan dalam kredonya membebaskan kata dari beban makna. Apakah ada kecendrungan hal [...]
BERBAGAI HAL MENGENAI FONOLOGI
Diposkan dalam Catatan, Ruang Bahasa, Label definisi, fonologi, pengertian, rangkuman pada Februari 25, 2010 | 16 Komentar »
Fonologi secara etimologi berasal dari kata fon dan logi yang berarti bunyi dan ilmu. Fonologi merupakan bidang lingustik yang mempelajari, menganalisis dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa. Menurut obyek studinya, fonologi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu fonetik dan fonemik. Fonetik adalah cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi [...]
MAYAT TELANJANG
Diposkan dalam Puisi pada Februari 23, 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Di bawah jembatan layang ada mayat telanjang tanpa nama dan menyimpan rahasia yang menikam mata kita kita hanya bisa melahirkan air mata serupa hujan membasahi telaga Beberapa lalat melayat seperti sunyi menyayat sedang kita mulai mengeja warna bendera mana yang menyimpan dendam lalu mengasahnya seperti pedang
TENTANG CINTA
Diposkan dalam Cerpen pada Februari 23, 2010 | 8 Komentar »
Bila aku mengenal cinta, maka aku ingat Rara. Bila aku mengenal dosa, pun sama; Rara. Ya, Rara telah mengajariku banyak hal soal cinta. Tentang air mata yang jatuh dari kedua mataku, tentang senyumnya yang selalu mengalirkan rindu. Aku tak mengelak bila citna tak lebih dari pintu dosa. Tapi aku lebih percaya bila cintalah kunci surga. [...]

