Sejak saya bergulat dengan dunia penulisan sekitar empat tahun yang lalu, saya hanya menulis sebagaimana saya tulis karya-karya saya. Namun beberapa tahun terakhir ini saya mulai berpikir tentang bagus tidaknya sebuah cerpen. Pernahkan Anda bertanya demikian? Bagaimanakah sebuah cerpen disebut baik dan bagus? Meskipun, saya sudah banyak membaca teori lewat buku-buku yang ada dan mendengarkan [...]
Arsip untuk ‘Esai’ Kategori
EKSISTENSI CERPEN YANG PERLU DIPERTANYAKAN
Diposkan dalam Atap Sastra, Catatan, Esai, Label kritik cerpen, kritik sastra pada April 21, 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Budaya Indonesia dan Fungky-Fungky-an Remaja
Diposkan dalam Catatan, Esai, Label dunia remaja, funky, pergaulan, remaja pada April 6, 2011 | 1 Komentar »
Budaya di Indonesia kini mulai mencapai keterpurukan yang amat mendalam. Selain karena faktor pewaris budaya itu sendiri telah banyak meninggal dunia, juga karena para pemuda –ahli waris dalam hal ini-, sudah tak lagi memperdulikan budayanya sendiri, terbukti dari saking banyaknya para remaja yang ke mana-mana memakai pakaian setelan mini, dan tidak jarang dari mereka yang [...]
KEMISKINAN, HAK ASASI MANUSIA DAN KITA
Diposkan dalam Catatan, Esai, Label kemiskinan, pemberdayaan manusia pada April 6, 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Berbicara tentang kemiskinan merupakan suatu pembicaraan yang tidak memiliki titik temu. Di mana selalu saja diakhir pembicaraan kita terbentur pada kebuntuan untuk mencari solusi dari masalah kemiskinan tersebut. Uang yang dibagikan, atau dana-dana untuk membantu rakyat miskin –yang kemungkinan besar telah dikorupsi itu. Hanya menyelesaikan masalah sejenak saja. Setidaknya untuk perut atau kesehatan yang terjamin [...]
Kritik Terhadap Telaga Bidadari dan Oheo Berdasarkan Pendekatan Sosiologi Sastra Sebagai Cerminan Masyarakat
Diposkan dalam Atap Sastra, Catatan, Esai, Label analisis, cerita bidadari, cerita rakyat, kritik sastra, oheo, sosiologi sastra, telaga bidadari pada Maret 25, 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
A.Sinopsis 1.Telaga Bidadari Awang Sukma merupakan pemuda petani dan juga pandai bersuling. Ia sering menangkap burung. Namun ketika suatu ketika hendak berburu, ia malah melihat tujuh bidadari sedang mandi. Kesempatan itu tak diambil sia-sia. Ia mengambil salah satu selendang itu, lalu menyembunyikannya di bumbung. Satu-persatu bidadari itu pun pergi, hingga tinggallah seorang bidadari yang ketakutan, [...]
SISTEM TARBIYATUL MUALLIMIN AL-ISLAMIYAH SEBAGAI ALTERNATIF SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Diposkan dalam Catatan, Esai, Label model pendidikan, pengertian, pesantren, pesantren modern, pesantren salaf, sistem pendidikan pada Maret 17, 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pendahuluan Pesantren adalah model pendidikan tradisional yang berasal dari akulturasi budaya antara Hindu dengan Islam. Hal ini terbukti lewat asal kata pesantren yang kata dasarnya merupakan santri. Menurut Prof. Brown bahwa istilah santri ini berasal dari bahasa Tamil, yang berarti guru mengaji, sedangkan menurut C. C. Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri [...]

