Catatan

HIKMAH BAHASA

Bisa dikatakan bahasa sebagai alat komunikasi mungkin menjadi hal inti dalam interaksi sosial kita. Sudah dipastikan kita akan kesulitan bila bahasa tidak ada terkhusus lagi untuk menyampaikan sesuatu yang kita kehendaki.

Demikianlah hadirnya bahasa merupakan anugerah yang begitu besar dari Allah. Proses bahasapun sangatlah luar biasa. Bagaimana udara yang dikeluarkan dari paru-paru kemudian membentuk suara karena terhalang baik gigi maupun lengkung lidah dan bibir. Simple, namun begitu luar biasa.

Hadirnya bahasa dalam interaksi sosial merupakan bagian dari skenario Tuhan. Karena pada hakekatnya manusia dilahirkan dengan keterampilan berbahasa. Allah memberikan hamba-Nya telinga untuk mendengar suara, termasuk bahasa. Bagi anak kecil, maka inilah proses mula masuknya bahasa. Adanya alat ucap pun merupakan simbol dan bukti kongkrit bahwa pada hakekatnya manusia merupakan makhluk berbahasa.

Bukti otientik bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk berbahasa adalah bahwa Al-Quran yang diturunkan kepada utusan-Nya secara lisan melalui perantara merupakan susunan bahasa yang indah dengan simbol dan bahkan bahasa yang memiliki nilai lambang yang tinggi. Al-Quran diciptakan bersamaan dengan penciptaan manusia itu sendiri. Kemudian, Al-Quran itu diturunkan satu persatu sesuai dengan konteks atau masalah yang dihadapi utusan-Nya.

Dengan demikian, jelaslah bahwa manusia lahir dengan satu kemestian untuk memahami dan menggunakan bahasa itu sendiri.

 

Al-Quran dan Dakwah Nabi

Kenapa al-Quran diturunkan berbahasa Arab? Satu pertanyaan yang sudah cukup usang, namun cukup memberikan kontroversial. Ada yang mengatakan bila al-Quran tidak diturunkan dengan bahasa Arab, besar kemungkinan al-Quran akan mengalami perubahan baik secara teks maupun konteks seperti yang terjadi pada kitab-kitab sebelumnya. Jawaban lainnya, karena nabi itu merupakan bangsa Arab, maka al-Quran diturunkan dengan bahasa Arab.

Dari sekian jawaban itu, lebih baik kita mengambil hikmahnya. Dalam perjalanan dakwah Rasul. Al-Quran diturunkan dengan bahasa Arab yang indah. Bermuatan syi’ir yang magis. Mampu menggetarkan qalb (hati) seseorang.

Bila kita melihat budaya bangsa Arab, mereka amat menyukai rangkaian bahasa yang indah. Maka hadirnya al-Quran dalam kehidupan bangsa Arab mempermudah perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Hal inilah yang ditangkap kemudian oleh Wali Songo, para pejuang islam yang berdakwah di nusantara. Melalui pendekatan budaya inilah kemudian dakwah menjadi pesat dan berkembang. Ini menandakan islam merupakan agama yang dinamis, tentu dengan syarat tidak melanggar norma yang berlaku dalam konteks Islam.

Demikianlah bahasa, hadir dalam kehidupan manusia sebagai suatu hal yang vital dan wajib kita syukuri. Tanpa bahasa, segala sesuatu yang kita lakukan akanlah susah. Untuk itu, yang terbaik adalah kita mengembangkan bahasa kita atau paling sedikit menjaganya.

 

Wisma Sastra, 30/11/2007


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s