Puisi

PADA SEBUAH MONUMEN

Ah, keperkasaan siapa yang kau tunjukkan? kekejaman atau kedamaian yang direbut dengan air mata? sebatas langit yang kau garis, hanya ada miris runtuh memenuhi ladang rumah kami. cerita kakek atau nenek lebih mirip bambu runcing, matanya tajam menetaskan perih. darah merah memenuhi rongga dada, namun tak genap anyirnya kami rasa.

Kini, mirip ribuan syahadat. kau seperti malaikat menari di tengah pekat. anak-anak lebih rajin menafsir alkohol, menjadi aroma sosial. kami tak lebih faham mengeja tubuhmu; entah kau menangis atau masih bercerita. dongeng yang kau agungkan ketika bom melumatkan sejarah di tubuhmu dan merdeka membenamkan dalam aksara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s