Puisi

STANZA OF DECEMBER I

Kau taklukan kegelisahan dengan petir-petir yang menyambar dalam tubuhmu. kau biarkan angin menghantam semua luka-lukamu, hingga hujan itu keluar dari matamu melemparkan wajah garang ayahmu juga pertemuan kita yang akasia. kau menjadi harpa untuk sementara, dendangkan waktu menistakan segala.

Comberan menggenang dalam tubuhmu, bolehkah aku menghapusnya dengan puisiku? biar apa yang kau anggap luka menjadi bebunga untuk nestapa yang kita teguk mabuknya.

Kau tak mencoba mencatat luka, padahal kesedihan membaja pada jemari angka. membelaimu menjadi gerimis. aku tak lebih mafhum dari air mata yang kau hidangkan dalam percakapan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s