Puisi

SUATU HARI MENUJU KOTA

Ketika tubuh mencari nafas untuk dipuisikan, ada tanya harus kuhadiskan, entah pada siapa?

Di sini, semua seperti dadu, jalan berliku waktu, mencari titik untuk menisankan hidup. gerimis memburu mataku, gubuk-gubuk begitu saja membangun rumah kardus dalam hatiku. tak henti-henti hingga jutaan sampah masuk ke dalam mulutku. namun, sampahkah itu?

Ketika tubuh mencari nafas untuk dipuisikan, ada tanya harus kuhadiskan, entah pada siapa?

Meneguk musim, gelas-gelas kosong diisi dengan memburu uang, emosi serta keegoisan diri. rumah dibangun tinggi-tinggi menantang surga tuhan. menyembunyikan luka dalam hati. kumuntah, busuk hati mereka. namun, sampahkah itu?

Iklan

2 thoughts on “SUATU HARI MENUJU KOTA”

  1. ayo terus berkarya dan gimana kl kita buat rublik untuk sastra kita? di rublik ini kita bisa bertukar pengalaman dengan anak2 sunser317 seputar sastra dan bisa saling mengisikan karyanya di rublik tersebut. ini hanya usulan dariku. Moh. Ghufron Cholid. aku lagi mo bikin antologi buat kado pernikahan santi tanggal 30 November di alamat ghufroncholid.wordpress.com. rencananya dalam satu puisi menceritakan tentang pandanganku pada temen2 Qt lewat puisi.mohon masukannya

  2. lama g baca karya km, tambah nyentuh aja! naif kalau aku support km buat terus berjuang sedang aku makin tenggelam. aku tunggu karyamu, coz it’s my inspiration

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s