Puisi

GERIMIS MELAYAT GELISAH HATIKU

Kesepian menari-nari dalam tubuhku. hanya gerimis melayat gelisah hatiku. jari-jarinya membelai rindu. pertemuan hanya khayalan yang tak mampu disabdakan. dingin melumpuhkan diamku, setan-setan menyalakan dupa di jantungku, menyesakkan ayat-ayat tangisku. lupakanlah! lupakanlah! lelah kumenghitung detik di matamu. saat kutahu, kita semakin abu malam itu.

Malam berangkat dari bis yang diterminalkan dalam kenangan itu. kuingin semakin jauh, ketika kita gaduh dengan rumah-rumah setan yang ada di bibir januari, membangun kecupan-kecupan serta pelukan. kini semua begitu belati, bahkan untuk mengingat tubuh kita yang api.

Bukan. bukan bara yang kusimpan dalam tempayan hatiku. nisan-nisan menyesakkan otakku. sayap malaikat semakin rekat memeluk urat. kau hanya bayangan yang membuatku semakin membaja pada Tuhan. bila rahasia telah terungkap dari bahasa angin yang kelak tersingkap, kita akan menadi, hingga seluruh sunyi tarangkum dalam diri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s