Tips Menulis

Menang Lomba Cerpen, Mau?

Siapapun ingin memenangkan lomba cerpen, termasuk mungkin Anda? Begitupun dengan saya. Ketika saya masih di sekolah menengah. Obsesi memenangkan lomba adalah hasrat tertinggi. Sehingga, acapkali ada lomba cerpen saya selalu mempersiapkannya dengan matang. Ada yang gagal, ada yang menang. Ada dilupakan, ada pula yang dikenang.
Maka inilah saatnya, barangkali saya mengungkapkan pengalaman saya itu. Pahit dan manisnya.
Pertama, barangkali kita perlu menyakinkan diri kita bahwa usaha adalah hal yang harus kita lakukan. Kekalahan dan kemenangan adalah hal yang nyata. Bila kalah, jangan lantas kita kecewa dan langsung tidak menulis lagi untuk selamanya, itu sangat salah! Tapi seperti kata pepatah, kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Begitulah saya memaknai segala kekalahan saya untuk mewujudkan kemanangan!
Kedua, ini kiat menulis yang lumrah sebetulnya. Tapi saya yakini inilah beberapa kunci kemenangan cerpen saya. Yakni, buat judul semenarik mungkin. Contoh cerpen saya yang memenangkan lomba berjudul, Malam Ini Rembulan Tak Datang. Menarik bukan? Mulai dari sekarang berlatihlah banyak-banyak menulis judul. Tak jarang saya mendapat inspirasi dari judul menarik untuk dijadikan sebuah cerpen.
Ketiga, setelah judul menarik. Anda harus mempersiapkan lead yang baik. Atau barangkali pembuka yang baik, khususnya di paragraf pertama. Ini sangat menentukan keberhasilan karya Anda. Siapapun akan terpukau dengan rumah yang halamannya indah, dan enak dilihat karena eksotik dan khas. Nah, juri selalu terpukau dengan hal-hal ini. Cobalah!
Keempat, menyangkut isi cerita. Biasanya, juri lebih terpukau pada karya-karya yang berbaukemanusiaan atau etnik. Lihat jawara cerpen menpora 2005, lewat La Runduma.
Kelima, bila ada ketentuan menggunakan EYD. Maka sebaiknya hal ini anda patuhi. Sekecil apapun kesalahan itu. Harus, sungguh harus dipatuhi. Karena ini menjadi penilaian dasar sebuah karya dalam lomba. Juri biasanya melihat sejauhmana cerpen yang kita tulis itu tak memiliki banyak kesalahan berbahasa. Coba Anda pikir, pemenang lomba tak mengenal tanda titik dan koma? Apa kata dunia!
Terakhir, Doa. Banyak karya yang biasa, menang karena doa! Tak percaya? Berdoalah dari sekarang!
Hasil yang saya capai dari memperhatikan kiat tersebut adalah juara I lomba cerpen tingkat nasional INTI DKI Jakarta, juara I lomba cerpen remaja tingkat internasional, diselenggarakan oleh UNJ dan FLP, finalis lomba menulis cerpen tentang HAM yang diselenggarakan oleh Kedubes Swiss dan FLP, finalis lomba menulis cerpen dalam Jakarta Literature Festival, dan lainnya. Selamat Mencoba!

Iklan

4 thoughts on “Menang Lomba Cerpen, Mau?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s