Catatan

SUDAHKAH ANDA SUKSES?

Kesuksesan sering sekali dilekatkan dengan keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Seperti seorang pelari mencapai finish pertama atau seorang striker sepak bola berhasil membawa klubnya menang dengan gol yang telah ia cetak. Begitukah hakekat sebuah kesuksesan? Namun benarkah mereka yang telah melakukan itu semua telah merasakan arti sukses? Setidaknya seorang pelari akan ingin terus menjadi yang pertama dan seorang striker ingin terus menjadi penentu kemenangan klubnya. Selesai satu lomba, ia akan berharap untuk bisa menjadi yang pertama. Itukah arti kesuksesan? Nampaknya tidak! karena kesuksesan itu tidak berbatas, tidak hanya menjadi pemenang. Lantas apa arti sukses itu sendiri?
Sejenak saya berpolemik dalam pikiran saya sendiri, mungkin juga Anda ketika membaca awal dari artikel ini. Coba kita dengar seorang presiden, bupati atau pemimpin lainnya dalam pidato sambutannya. Selalu saja berkoar bahwa ia akan sukses bila rakyatnya sudah makmur dan tentram. Lain lagi, bila seorang kyai akan merasa sukses bila ia bisa masuk ke dalam surga-Nya. Lantas apakah arti kesuksesan tersebut? Apakah kita yang berpolemik dalam hal-hal yang berkaitan dengan nilai sosial seperti misalnya pemimpin tadi? Atau mungkin kita yang lebih mengutamakan akhirat?
Atau mungkin anda mengartikan kesuksesan adalah setelah apa yang kita cita-citakan tercapai? Seperti misalnya jadi seorang dokter, astronot atau mungkin presiden. Itukah kesuksesan Anda?
Bila anda masih bingung untuk menjawab, atau mungkin anda tidak termasuk orang-orang di atas, mungkin anda perlu melihat ucapan salah satu khalifah Islam, Ali bin Abi Thalib R.A. “Ibumu melahirkanmu sedang kamu menangis dan orang-orang disekitarmu bahagia. Berjuanglah dalam hidupmu niscaya ketika kau mati orang-orang disekitarmu akan menangis dan kau bahagia.”
Ada satu hal yang perlu digaris bawahi pada arti menangis di kalimat “orang-orang disekitarmu akan menangis dan kau bahagia.” Kata menangis dalam kalimat tersebut mengindikasikan bahwa betapa bermanfaatnya si kamu yang dimaksudkan oleh khalifah. Karena nilai guna dirinya atau asas manfaat tadi begitu besar sumbangsihnya terhadap orang disekitarnya, maka yang timbul setelah kematiannya adalah rasa kehilangan yang begitu besar hingga akhirnya mereka menangis.
Dalam islam sendiri, kebermaknaan hidup atau bermanfaat itu memiliki kedudukan yang tinggi. Tidak tanggung-tanggung dalam hadist nabi dikatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Selain itu, Islam sendiri sebetulnya mengajarkan ummatnya untuk selalu bermanfaat bagi yang lainnya. Implementasi hal berikut bisa dilihat pada kewajiban membayar zakat dan disunnahkannya membantu orang yang tak mampu dengan bershadaqoh. Baik zakat maupun shadaqoh dan kewajiban serta sunnah lainnya biasa disebut dengan ibadah mahdhoh. Ibadah yang dilakukan karena itu merupakan kewajiban dan sunnah yang telah dititahkan.
Ada juga ibadah yang disebut dengan ghairu mahdhoh. Ibadah ini terfokus pada setiap amal kita yang sebetulnya bukan kewajiban maupun sunnah namun dilakukan dengan ikhlas dan atas nama-Nya maka Allah akan memberinya ganjaran pahala yang besar, termasuk di dalamnya tolong-menolong, gotong-royong dan lain sebagainya.
Maka dari itu, dengan kita melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi yang lain tidak mustahil hal inilah yang kemudian membawa kita ke surga atau menentramkan kita di alam kubur nanti layaknya kisah Imam Ghazali yang memberikan tintanya untuk dihirup seekor lalat yang kehausan.
Dengan kita bermanfaat pada yang lain, kita mendapatkan kesuksesan dunia dan juga akhirat. Di dunia kita ditangisi karena begitu berharganya kita. Di akhirat kita mendapatkan surga-Nya. Subhanallah… inilah kesuksesan yang sesungguhnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s