Catatan

WAKE UP SLEEPING GIANT! Membangun Diri dari Keterpurukan

Ketika kau lahir kau menangis dan dunia bahagia. Jalani kehidupanmu dengan berarti, maka ketika kau meninggal, dunia akan menangisimu dan engkau berbahagia.
(pepatah India kuno)

Sudahkah kita berarti untuk kehidupan kita? Sebuah pertanyaan besar yang kadang sering dilewati karena sifat individualis yang mungasai diri lebih besar dari sifat sosialis yang ada. Akhirnya timbul berbagai sikap yang buruk, termasuk dalam hidup berkeneragaan. Dalam hal ini kita bisa meneropong para pejabat yang korupsi.
Namun, tidak hanya itu. Ketika kita tidak memotivasi diri kita untuk berguna bagi yang lain, tentu akan menimbulkan sifat seperti malas, acuh tak acuh. Hal-hal seperti inilah yang kemudian melahirkan kemiskinan.
Dari dua visualisasi di atas kita dapat mengambil sebuah ‘ibrah, yaitu, ketika seorang berada di puncak, ia akan menjadi congkak dan akhirnya melupakan sikap sosial yang melekat dalam setiap komponen makhluk ciptaan Allah. Begitupun sebaliknya, karena keterbatasan yang dimiliki, visualisasi kedua menjadi minder dan akhirnya timbul sifat personalitas dalam diri.
Dalam Islam sendiri kita bisa melihat dari berbagai Hadis maupun Al-Quran seperti hadis HR. Muslim ini, al-yadul ‘ulya khoirun min yadus sufla (tangan yang memberi itu lebih baik dari pada yang menadah) anjuran-anjuran yang bernilai interaksi sosial ini, memotivasi diri kita untuk senantiasa berguna bagi yang lain. Khoirunnasi anfa’uhum linnasi (sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya) HR. Bukhori Muslim.
Sebetulnya, bermanfaat bukan berarti kita mampu memberikan finansial, seperti uang dan kebutuhan pokok lainnya. Bukan, namun, ketika kita mampu memberikan pertolongan apa yang kita miliki dari diri kita, kita telah berguna bagi yang lain. Baik itu berbentuk kompetensi diri dalam bidang seni, eksak dan lain sebagainya. Bahkan, kemampuan atau kompetentsi diri inilah yang kadang lebih dibutuhkan.
Dengan demikian, selagi kita masih hidup, membangkitkan ‘raksasa’ dalam diri kita adalah solusi yang terbaik untuk dapat berguna bagi orang lain. Raksasa itu tidak lain adalah kemampuan kita.
Terkadang kita tidak menyadari hal ini, bahwa kita diberikan kelebihan oleh Allah, baik itu lewat fisik kita (tubuh yang kekar, tampan, cantik, dsb) ataupun berbagai kelebihan dalam ketrampilan maupun kecerdasan. Ketika semua ini diasah dengan baik tentu akan sangat berguna bagi yang lainnya. Orang yang cantik dengan suara yang bagus bisa menghibur kita dengan suaranya, inipun salah satu nilai berguna. Begitupun dengan memecahkan masalah rumus matematika yang dihadapi teman. Semua itu akan lebih berguna ketika kita menyadari ‘raksasa’ ada dalam diri kita. Dan duniapun akan menangis untuk kita…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s