Puisi

DALAM BUS WAY, DALAM KOTA YANG GIGIL OLEH HUJAN

Kota ini semakin gigil oleh hujan. kau lihat itu, lihat itu! berbaris pamflet compang-camping tertusuk hujan, tertusuk jari jam dan janji yang telah bugil, sesekali masih terdengar kata-katanya yang menjadi bisik, mirip gerimis yang runtuh dari mata langit.“banjir tak akan datang”.

Aha! apa yang lebih ditakutkan, selain lidah-lidah sungai yang menjulur di lantai, di aspal, di kantor, di bar, di hati, di kepala atau mungkin di segenap usia kita? tangan petir menggapai jidat kota dan orang-orang lari seakan perahu nuh muncul kembali dari ayat suci.

Dalam bus way, kota benar-benar gigil sedang janji semakin bugil.

Iklan

2 thoughts on “DALAM BUS WAY, DALAM KOTA YANG GIGIL OLEH HUJAN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s