Puisi

KEPADA DIAS, PENYAIR YANG TAK LELAH MENANGIS

“dari mana cahaya bulan?
dari luka-luka yang tersulam”

Seperti pagi lain di matamu, kau duduk memangku nasib di halaman sajakmu. kertas-kertas kau biarkan gaduh, pada urat lehernya kau lahirkan kata. kemudian air mata mengalir begitu saja dari ujung matamu yang belati. aku kadang melihatmu jadi bulan perak di balik kerudungmu. berusaha memintal luka menjadi cahaya.

Entah pada siapa kelak kau kirimkan sajak itu. aku hanya sesekali membaca matamu. dan kau hanya seperti kabut, seakan menjadi rahasia yang tak patut disebut. kau lelah dengan hidup, urat-uratmu menyambung nasib bapakmu yang mantan pelayar itu, yang tak pernah berhenti menenggak air matamu dengan bir-bir hidup. sedang ibumu membedakimu dengan derita masa lalu.

Iklan

2 thoughts on “KEPADA DIAS, PENYAIR YANG TAK LELAH MENANGIS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s