Ruang Bahasa

MENGENAL HURUF-HURUF LULUH (Bagian Pertama)

Perhatikan contoh-contoh berikut ini.
1.    Tim Garuda mengalahkan tim Malaysia.
2.    Saya ingin mematahkan pendapatnya.
3.    Saya menulis buku ini dengan sungguh-sungguh.
4.    Menyadur adalah pekerjaan yang mudah bagi siapa saja.
Perhatikan kata mengalahkan, mematahkan, menulis, dan menyadur. Semua kata tersebut masing-masing merupakan bentuk asal dari kata kalah, patah, tulis dan sadur. Namun, bila kita memperhatikan kata yang telah diberikan imbuhan atau melalui proses afiksasi. Unsur huruf “k” pada kalah menjadi hilang, begitupun dengan yang lainnya. Mengapa demikian?
Dalam kaedah bahasa kita mengenal istilah KPTS, kata-kata yang memiliki awalan kata berhuruf yang empat tersebut akan luluh apabila terjadi proses afiksasi.
Bagaimana dengan kata produksi, proses? Selama ini kita sering mendengar atau melihat dalam tulisan ilmiah ataupun sastra kata-kata tersebut tidak mengalami proses luluh. Artinya kata-kata tersebut tetap ditulis memproduksi atau memproses. Mengapa demikian?
Bila kita konsisten dengan kaedah tersebut, maka hendaknya kita menulis kata-kata sejenis itu dengan meluluhkannya. Seperti, memroses atau memroduksi.

Ikutilah terus masalah bahasa dan analisis kesalahan berbahasa di http://www.wismasastra.wordpress.com

Iklan

1 thought on “MENGENAL HURUF-HURUF LULUH (Bagian Pertama)”

  1. huruf p pada kata memproduksi tidak luluh karena suku kata awal pada kata dasar pro.duk.si merupakan konsonan rangkap. itu yang saya tahu. Tetapi mengapa ya dia luluh bila diimbuhkan dengan PeN-an “Pemroduksian”. Apa ada jawaban?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s