Puisi

TENTANG KOTA MATI

Ada kota mati yang tumbuh di dalam tubuhku, sebab tak satu gerimis pun jadi air mata. tak satu luka jadi kata-kata. tak satu bunga jadi cerita. aku hanya membiarkan kenangan jadi patung-patung yang tak disembah siapapun. sedang pada wajah bulan kupahat gelisah tentang nasib-nasib orang yang tertusuk takdir Tuhan. tak berdaya, menggelapar-gelepar dan ajal semakin rumit dilukiskan saat lapar.

Ada kota mati yang tak bisa diukir dengan puisi. jika itu tumbuh di matamu yang penuh dengan hujan. janganlah kau biarkan. sebab dari kota itulah setiap luka akan menjadi setan-setan kecil lalu kau akan lupa jalan pulang, jalan yang dibisikkan Tuhan.

Iklan

4 thoughts on “TENTANG KOTA MATI”

  1. masih tetap pada kata-kata yang sama… hulla, hulla, hulla, indonesia lama-lama akan keramat dengan sendirinya. mungkin dengan menjadikan nama nisan semua kuburan dengan satu nama… nisan kuburan Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s