Ruang Bahasa

DI MATAMU KULIHAT BULAN ATAU PADA MATAMU KULIHAT BULAN?

Kata-kata yang tidak sebenarnya memang sering kita dapati di dalam puisi. Namun penggunaan di- tidaklah tepat dalam kalimat semisal di matamu kulihat bulan. Mengapa demikian?
Agaknya, inilah yang sering kita abaikan dalam menulis puisi. Kesalahan yang sebetulnya kecil akan tetapi secara tidak langsung mengajarkan sesuatu yang ‘tidak benar’ kepada penikmat puisi. Benar, bila kemudian di dalam puisi ada istilah kebebasan dalam berpuisi. Tapi mengabaikan kaidah berbahasa, dengan melakukan pembenaran atas kesalahan bukanlah hal yang baik.
Maka hendaknya kita mempelajari kaidah berbahasa kita. Kalau bukan kita siapa lagi?
Baiklah cermati kalimat-kalimat berikut ini, semuanya merukan kesalahan dalam penggunaan preposisi atau awalan di-:
1.    Cerpen ini di tulis Syarif Hidayatullah.
2.    Saya tidak berada dikampus hari ini.
3.    Di zaman sekarang mudah untuk mendapatkan informasi.
4.    Semua pembayaran ada di Rara.
5.    Yang ada di pikirannya hanya uang.
6.    Cerpenmu dimuat di sebuah koran.
7.    Di wajahmu kulihat bulan.
Baiklah kita cermati beberapa kesalahan dalam contoh-contoh tersebut. Sekilas memang tak tampak ada keganjilan yang salah. Tetapi bila kita cermati lebih dalam, maka akan tampak kesalahan-kesalahan tersebut.
1.    Cerpen ini di tulis Syarif Hidayatullah.
Untuk contoh ini, hanya penulisan kata di tulis yang terpisah. Karena seharusnya kata tersebut di sambung menjadi ditulis karena kata tersebut membentuk kata kerja.
2.    Saya tidak berada dikampus hari ini.
Dikampus, penulisan ini seharusnya dipisah menjadi di kampus. Mengapa? Karena kata kampus merupakan menunjukan tempat. Sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, penulisannya harus dipisah. Begitu juga yang menunjukan arah, seperti di sini dan di sana. Bukan ditulis seperti ini, disini atau disana.
3.    Di zaman sekarang mudah untuk mendapatkan informasi.
Penggunaan di zaman tidaklah tepat. Karena fungsi di- tidak menerangkan waktu. Seharusnya di- tersebut diganti menjadi pada yang memang menunjukan waktu.
4.    Semua pembayaran ada di Rara.
Penulisan kata di Rara tidaklah tepat. Sebaiknya kata itu diubah menjadi pada Rara, karena di- tidak tepat untuk menunjukan orang.
5.    Yang ada di pikirannya hanya uang.
Karena di pikirannya merupakan sesuatu yang abstrak padahal di- tidak tepat digunakan untuk menunjukan sesuatu yang abstrak. Maka semestinya di- tersebut harus diganti dengan kata dalam yang memang lebih tepat.
6.    Cerpenmu dimuat di sebuah koran.
Cermati kata di sebuah koran. Di- tersebut tidak tepat karena di tidak menunjukan angka, yakni dalam kalimat tersebut adalah sebuah. Semestinya di- tersebut diganti dengan pada yang lebih tepat bila digunakan dalam kalimat ini.
7.    Di wajahmu kulihat bulan.
Di- tidak menunjukan sesuatu yang tidak sebenarnya. Jadi kalimat tersebut tidaklah tepat. Mestinya, kalimat tersebut menggunakan pada, sehingga kalimat itu menjadi pada wajahmu kulihat bulan.

Ikutilah terus masalah bahasa dan analisis kesalahan berbahasa di http://www.wismasastra.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s