Atap Sastra, Catatan, Puisi

JIKA AKU MATI

Jika aku mati, aku ingin ada seseorang yang berpuisi
membisikan kata-kata indah di telingaku
maka bagiku tak ada yang lebih indah dari:
la ila ha illallah…

Bisikkan itu sekali saja,
biar malaikat cemburu
bahwa cintaku selalu utuh
meski jasad dan ruh
akan luluh meruntuh laksana abu
akan lekas terlepas seperti kapas
akan lesap mengepak bak merak

Aih, indah betul membayang begitu
kematian menjadi sesuatu yang dirindu
tapi resah betul rasanya pada dosa
yang mengucur selalu pada raga
terseok-seok rasanya mengukur jarak
antara neraka dan surga
tak sesederhana seperti memilih susu dan tuak
apalagi madu dengan racun kobra

Aku selalu gagal menafsirkan angka-angka
sebab sepertinya antara angka dan hidup ini
tak ada hubungannya sama sekali
bagaimana aku yang berumur muda begini
mengharap seperti Mas Tarji
yang hamil berkali-kali
untuk melahirkan banyak puisi

Maka harapan sederhana itu
suatu saat kunantikan darimu
bisikanlah puisi paling indah
bunyinya sederhana saja:
la ila ha illallah…

wismasastra, 2010

Iklan

2 thoughts on “JIKA AKU MATI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s