Puisi

KE DALAM RAHIMMU

Bu, aku ingin pulang ke dalam rahimmu
aku tersesat dalam peta usiaku yang rapuh
menjadi dewasa tak semudah menetaskan air mata
menjadi dewasa adalah usaha mengakrabi dusta

Kulihat orang-orang bermata hujan
menggelepar di pinggir jalan
sedang di gedung-gedung dewan
obrolan soal suap dipayungi awan keadilan
Bu, mengapa kebenaran itu sulit ditemukan?

Rahim hangatmu ibu, itulah yang aku rindu
cinta hanyalah pagar bambu yang mengekangku
aku tutup mata batinku
memandang masa depan negeri yang kelabu
dan aku adalah lelaki yang keseribu

Aku ngeri Bu.
ngeri mendengar sesuara
jika suara yang kudengar itu
adalah suara terompet malaikat waktu

 

Bu, aku ingin pulang ke dalam rahimmu

aku tersesat dalam peta usiaku yang rapuh

menjadi dewasa tak semudah menetaskan air mata

menjadi dewasa adalah usaha mengakrabi dusta

Kulihat orang-orang bermata hujan

menggelepar di pinggir jalan

sedang di gedung-gedung dewan

obrolan soal suap dipayungi awan keadilan

Bu, mengapa kebenaran itu sulit ditemukan?

Rahim hangatmu ibu, itulah yang aku rindu

cinta hanyalah pagar bambu yang mengekangku

aku tutup mata batinku

memandang masa depan negeri yang kelabu

dan aku adalah lelaki yang keseribu

Aku ngeri Bu.

ngeri mendengar sesuara

jika suara yang kudengar itu

adalah suara terompet malaikat waktu

Iklan

1 thought on “KE DALAM RAHIMMU”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s