Catatan, Ruang Bahasa

ANALISIS PENGGUNAAN ANGKA DALAM PENULISAN PESAN SINGKAT

A. Pendahuluan

Dewasa ini perkembangan teknologi memang tidak terelakkan. Menembus berbagai aspek kehidupan dengan berbagai sendinya, tidak jarang teknologi berdampak positif dan negatif. Semua bergantung pada pemakai yang memanfaatkan teknologi itu. Termasuk di dalamnya adalah alat komunikasi telefon genggam yang biasa kita sebut hand phone (HP).

Adanya telefon gengam itu juga memberi dampak negatif dan positif, utamanya dalam penggunaan pesan singkat atau lebih familiar disebut dengan SMS yang merupakan singkatan dari Short Message Service. Satu sisi adanya pesan singkat ini menjadi semacam alat bantu utama untuk menyampaikan informasi-informasi yang sifatnya aktual. Namun di sisi lain, penulisan kata (atau katakanlah bahasa SMS) yang dipersingkat itu merusak bahasa karena tidak mematuhi aturan-aturan yang berlaku dalam kaedah berbahasa. Misal saja dengan penghilaman beberapa huruf vokal pada sejumlah suku kata yang kadang membentuk kata yang ambigu.

Memang, penyingkatan semacam itu tidak dapat dihindarkan. Karena, selain untuk menghemat biaya, alasan lain yang mencuat adalah lebih efisien meski sebetulnya tidak efektif.

Makalah ini tidak membahas bahasa pesan singkat secara keseluruhan, akan tetapi lebih memfokuskan pada penulisan pesan singkat dengan menggunakan angka. Untuk memperjelas pengertian angka, maka perlu ditegaskan di sini, angka yang dimaksud adalah angka arab (1, 2, 3, dan seterusnya) dan bukan romawi (I, II, III, dan seterusnya). Adapun lingkup penelitian, hanya di lakukan pada pemakai bahasa Indonesia saja.

B. Jenis-jenis Penulisan Dalam Bentuk Angka

Tidak jarang sebuah pesan singkat, menggunakan angka sebagai alat ungkap untuk menyampaikan pesan atau maksud. Tentu saja dengan tujuan atau maksud yang berbeda-beda. Maksud penggunaan angka tentu tidak akan dibahas dalam makalah ini. Makalah ini hanya mengatagorikan sejumlah bentu pesan singkat yang menggunakan angka untuk menyampaikan pesannya. Adapun bentuk-bentuk itu dibedakan menjadi tiga, yakni gabungan angka dengan huruf, pembentukan kata ulang dan pengganti huruf. Adapun penjelasan yang lebih rinci, sebagai berikut.

1.       Gabungan Huruf dan Angka

Penulisan gabungan huruf dan angka seringkali ditemui dalam penulisan pesan singkat. Adapun bentuknya dibagi menjadi dua, gabungan huruf dan angka utuh dan gabungan huruf dan angka campuran.

a)      Gabungan huruf dan angka utuh

Di dalam gabungan huruf dan angka utuh ini biasanya didapati pesan singkat yang menjadikan gabungan kata dan huruf dari bahasa Indonesia secara utuh atau bahkan dari bahasa asing secara utuh, maksudnya kata dan angka berasal dari bahasa yang sama, jika bahasa asing maka keduanya asing, begitu juga sebaliknya.

Gabungan huruf dan angka utuh ini dapat dibagi menjadi dua, yakni gabungan huruf utuh dengan menggunakan bahasa Indonesia dan gabungan huruf utuh dengan menggunakan bahasa asing.

1)      Gabungan huruf utuh dengan menggunakan bahasa Indonesia

Pola seperti ini tampak pada contoh berikut ini:

A)    Gw tnggu di kmpz 5u

B)    S7, aq tnggu bsok. Jgn lp mkan

C)    Psn t4 dl. Nti g dpt lg.

Untuk contoh A, bentuk 5u jangan dibaca lima-u. Tetapi maksudnya adalah limau, dalam konteks ini limau itu adalah sebuah tempat. Begitu juga bentuk s7 pada contoh B, jangan dibaca es-tujuh. Tetapi mestinya bentuk tersebut dibaca, s(e)tuju(h). Untuk contoh C, bentuk t4, jangan dilafalkan te-empat, tetapi t(empat).

2)      Gabungan huruf utuh dengan menggunakan bahasa asing

Kecendrungan menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi tidak hanya melanda komunikasi lisan saja, ini dibuktikan pada kasus pesan singkat berikut ini.

D)    Thx b4

E)      my heart 4 u

Tidak banyak memang kasus semacam ini dalam penulisan angka, tetapi penggunaan bahasa asing cukup banyak sebetulnya.

Untuk contoh D, b4, jangan dilafalkan be-empat atau bi-four yang dalam bahasa Inggris tidak mengenal kata tersebut. Maka mestinya pelafalannya mirip semacam pelafalan dalam melafalkan before. Begitu juga dengan bentuk 4 u dalam contoh E. Bentuk ini mestinya dibaca seperti melafalkan kata for you bukan four u.

b)      Gabungan huruf dan angka campuran

Gabungan huruf dan angka campuran maksudnya di sini adalah huruf dilafalkan bahasa Indonesia sedangkan angka dilafalkan asing. Lebih jelasnya perhatikan contoh berikut,

A)    Oklh klo bg2. Aq s7 pndptmu.

B)     K1, kmpl dkntor skrg. Ad brfng.

Pada contoh A, sejenak bentuk bg2 dapat dibaca bagi dua, begi dua, bagi-bagi, begi-begi. Pelafalan begi dua dan  begi-begi agaknya memang tidak tepat dan itu bisa dienyahkan dari keambiguan maksud bentuk ini. Lalu bagaimana dengan bentuk bagi dua atau bagi-bagi? Masing-masing memiliki makna dalam kosakata kebahasaan Indonesia.

Masalah inilah yang sering dialami oleh bahasa pesan singkat. Sering terjadi multitafsir yang bahkan kadang tidak disadari oleh pengirim pesan. Untuk menafsirkan bentuk seperti ini, bisa dilihat pada konteks pembicaraan. Menilik kalimat sesudahnya yang menyatakan aku setuju pendapatmu. Maka kata bagi-bagi atau bagi dua tidak tepat. Lantas apa? Bg2 di sini merupakan kombinasi bentuk kata dalam bahasa Indonesia dengan pelafalan angka dengan bahasa asing, tepatnya bahasa Inggris. Maka bentuk itu dapat dibaca begitu, karena dua dalam bahasa Asing dilafalkan dengan suara tu. Begitu juga dengan contoh B, bentuk k1, sebaiknya dibaca kawan, karena 1 dalam bahasa Inggris dilafalkan wan.

2.      Pembentukan Kata Ulang

Bentuk semacam ini sebetulnya dalam bahasa Indonesia sudah ada, tepatnya pada tahun 1901 yang biasa disebut dengan Ejaan Van Ophyusen. Namun perkembangan bahasa Indonesia yang dinamik membuat bentuk semacam ini dihapuskan.

Kini, hadirnya tekhnologi telepon genggam dengan fasilitas pesan singkatnya membuat Ejaan Van Ophyusen seperti hidup kembali. Yakni pengulangan bentuk dengan menggunakan angka.

Berdasarkan analisis sejumlah pesan singkat, maka pesan singkat bentuk seperti ini dapat dibagi dua. Yakni pengulangan ganda dan pengulangan tak terbatas.

a)      Pengulangan ganda

Pengulangan ganda adalah pengulangan sejumlah suku kata menjadi satu bentuk sama lainnya. Pengulangan ganda dibagi menjadi dua. Ada pengulangan ganda pada kata dan pengulangan ganda pada penggalan kata yang kembar. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.

A.    Cr bk2 tntang bhs dprpus

B.     Kbrin ank2 dsen g msuk

C.     Bli Su2 bndra 5

D.    Lg bo2n dkmar

Untuk contoh A dan B, ini merupakan contoh bentuk pengulangan ganda pada kata. Ank2 dibaca anak-anak sedang bk2 dibaca buku-buku. Adapun  contoh C dan D, ini merupakan pengulangan ganda pada penggalan kata yang kembar, untuk kata susu karena su kembar maka ditulis su2, begitu juga dengan bobo yang ditulis b2.

b)      Pengulangan tak terbatas

Bentuk pengulangan ini memang tidak lazim, agak berlebihan, tetapi sering digunakan oleh para pengguna jasa pesan singkat ini. Terbukti dari contoh-contoh berikut ini.

A.    Lo pnter nglwk.he3x…

B.     Hi100x… lucu dh. Pntes lo kyk org utn.

Baik contoh A maupun contoh B, setiap angka di ikuti dengan tanda x. X ini kemudian dibaca kali. Misalnya pada he3x, maka maksudnya adalah he-he-he. Begitu juga dengan hi100x. Tetapi tentu, semua itu hanya untuk menegaskan maksud dari pesan itu.

3.      Pelangkap Simbol / Gambar

Dalam pesan singkat, ada semacam ekspresi wajah yang kemudian menggambarkan keadaan pengirim pesan itu. Tak jarang, pembentukan simbol atau gambar itu menggunakan bentuk angka yang berbeda dari bentuk konsonan maupun vokal. Contoh:

A.    Aq ngntk skali 3-)

B.      Aq ykn km bs. 😎

C.      Insya 4jj1, aq dtang kkmpz

Untuk contoh A, maka bentuk tersebut jangan dibaca tiga strip lalu tanda kurung begitu juga dengan contoh B dan C. Bentuk itu adalah bentuk yang menyerupai sesuatu, untuk contoh A, 3-) bentuk semacam ini menandakan mengantuk atau tidur lelap. Sedangkan contoh B, 😎 bentuk ini menggambarkan orang berkaca mata yang sedang tersenyum. Dan C, 4jj1 merupakan pembentukan kata Allah yang menyerupai dengan tulisan bahasa Arabnya.

4.      Menggantikan huruf

Maksud menggantikan huruf di sini adalah huruf-huruf yang menyerupai bentuk angka, ditulis dengan angka. Perhatikan contoh berikut.

A.    M3t 54ur, jgn lp m43m yg byk y4!

B.     4q drmh, km ksn ja

C.     gW 7g. Ikt Lh0 aj

Contoh A terdapat banyak pergantian huruf dengan angka, misalnya kata met, “e” diubah menjadi “3”, saur, “s” diubah menjadi “5” sedangkan “a” diubah menjadi 4. Kemudian dicontoh C, ada 7g, ini untuk menyatakan juga dengan mengganti “j” menjadi “7”. Huruf-huruf di atas memang menggantikan beberapa vokal dan konsonan, ini disebabkan bentuk mereka yang mirip, misalnya 4 mirip dengan “A”, 7 dengan “J”, 5 dengan “S” dan lain sebagainya.

B. Penutup

Dalam menulis pesan singkat, memang sering terjadi keambiguan, lebih lagi dalam penggunaan angka. Penulisan angka dalam pesan singkat memang memiliki banyak bentuk. Di sinilah problema itu terjadi, bentuk seperti apakah untuk melafalkan atau menangkap pesan dari pesan singkat yang diterima. Misalnya kata 5u dibaca lima u yang menyatakan jumlah atau dibaca limau? Dan banyak lagi kata-kata yang memiliki keambiguan. Tapi sejauh ini, hal-hal semacam itu bisa ditorelir dalam berkomunikasi, karena tentu penerima dan pembuat pesan berbicara dalam konteks tertentu sehingga di antara keduanya memiliki saling pengertian mengenai makna apa yang tersirat dari balik bentuk angka-angka semacam itu.

Dalam makalah ini sengaja tidak dibahas tentang angka yang membentuk makna jumlah, ukuran, berat, luas, waktu, jam dan lain sebagainya. Karena yang semacam itu terdapat dalam pedoman ejaan yang disempurnakan dan merupakan suatu kelaziman yang tidak termasuk ke dalam fenomena bahasa pesan singkat itu.

Demikianlah analisis sederhana ini saya lakukan, adapun bentuk-bentuk lain mungkin masih ada di luar pengetahuan saya. Karena analisis ini hanya berdasarkan pesan singkat yang pernah saya terima dan beredar di sekitar saya. Sehingga tentu ada banyak kekurangan yang mungkin belum dapat saya penuhi.

Iklan

7 thoughts on “ANALISIS PENGGUNAAN ANGKA DALAM PENULISAN PESAN SINGKAT”

  1. Terima kasih atas tulisannya, sangat menarik. Untuk memahami jalan pikiran anak muda dan ini tentunya digunakan oleh anak muda. Terus berkarya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s