Catatan

BATU BETINA DAN CARA SYARIF MEMBACA REALITAS

Judul: Batu Betina

Tebal : vii + 106

Pengarang: Syarif Hidayatullah

Penerbit: Qalam Media Group

ISBN : 978-602-99604-0-2

Harga: 31.000

Para pembaca, umumnya bertanya apakah buku yang hendak dibelinya layak dibaca atau tidak. Pertanyaan itu sangatlah wajar, karena berkaitan dengan kualitas yang tentu pada akhirnya memuaskan hati pembaca.

Buku kumpulan cerpen “Batu Betina” ini menjawab keraguan itu. Secara kualitas, meski Syarif Hidayatullah adalah pengarang muda, ia pandai menuangkan sebuah cerita, sehingga apa yang diungkapkannya itu dalam sebuah cerpen, bukan lagi sedang mengarang, melainkan bercerita, hal inilah yang diungkapkan oleh Beny Arnas, peraih Anugerah Batanghari Sembilan (2009) dan Krakatau Award (2009 & 2010) menyatakan bahwa, “Syarif dengan lunas mengemas tema dengan garapan yang mengalir. Maka dari itu, ia seolah-olah tidak mengarang, tapi tengah bercerita.”

Tema-tema yang diolah Syarif pun bukanlah tema-tema yang berat, yang membawa pembaca keluar dari sekat-sekat imajis sehingga sulit dimengerti. Tapi, justru ia memotret keadaan sekitar, seperti pada cerpen “Sang Sarjana” yang mengisahkan tentang sulitnya mencari kerja bagi para lulusan sarjana, yang ironisnya tokoh dalam cerita tersebut justru dituduh pencuri untuk kemudian dipukuli oleh para pencuri yang sebenarnya itu untuk kemudian mengambil dompetnya seraya berbisik, “Akupun seorang sarjana.”

Ironi-ironi semacam inilah yang kemudian mewarnai cerpen-cerpen Syarif lainnya seperti pada Rel dan Tentang Tuhan Sembilan Senti. Kemarihannya memotret peristiwa dan juga mencampuradukkannya dengan imajinasi, diakui oleh Bamby Cahyadi cerpenis dan pengaran kumpulan cerpen “Tangan untuk Utik,” menurutnya, “Batu Betina, mencampuraduk unsur-unsur fiktif dan realis, sehingga di sinilah letak kekuatan bercerita Syarif. Cerpen-cerpen dalam antologi ini mencerminkan kreativitasnya sebagai cerpenis yang merespon, memotret dan merefleksikan realitas keseharian kita.”

Tak jauh berbeda dengan Bamby, Mahwi Air Tawar berpendapat bahwa, “Cerpen-cerpen Syarif, tak hanya mengajak pembacanya memandang sebelah mata dengan berbagai peristiwa sehari-hari, namun ia juga mengajak kita untuk merasakan sekaligus merenunginya.”

Meletakkan peristiwa nyata atau realitas sebagai dasar pijakan proses kreatifnya membuat Syarif memiliki banyak pilihan tema yang tentu saja pada akhirnya memperkaya kreativitasnya. Selain persoalan urban, ia juga berbicara persoalan sosial lainnya, konflik Aceh, konflik etnis Sambas, penjualan manusia (dalam hal ini TKI), dan lain sebagainya.

Cerpen-cerpen tersebut pada dasarnya memiliki suatu serat dalam membangun suatu keutuhan cerita yang disebut dengan nilai-nilai religius. Religiusitas menjadi elemen penting dalam karya-karya yang terkumpul dalam kumpulan cerpen “Batu Betina” ini. Hal inilah yang diungkapkan oleh Faisal Syahreza, bahwa, “Religiusitas dalam warna lokal menjadi cara ia (Syarif) memandang situasi yang sedang dihadapi, membuat cerpen-cerpennya hidup di benak pembaca. Dan satu lagi, ia pandai menyelesaikan ceritanya, dengan keyakinan lugunya seorang pendongeng masa depan.”

Seperti yang disinggung, Faisal, bahwa cerpen-cerpen dalam kumpulan ini menyajikan kejutan-kejutan di akhir cerita yang memberikan nilai tambah cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen ini.

Diakui Syarif, bahwa sejumlah cerpen dalam kumpulan cerpen ini sebagian besar pernah dimuat di media massa, bahkan pernah memenangkan lomba tingkat internasional dan nasional. “Ini semacam monumen, untuk menandai proses kreatif saya selama menjadi pelajar (santri) dan mahasiswa (strata satu).”

Tentu saja, pernyataan ini menjadi hal yang menarik. Masalah kualitas? Ah, bagaimana dikatakan buruk jika pernah memenangkan lomba dan dimuat di media massa?

_____________________________

Kumcer Batu Betina akan terbit pada akhir Juli 2011. Untuk para pemesan sebelum dicetak, akan mendapatkan harga pracetak dengan bonus DISKON 20% menjadi 25.000 dari harga semula 31.000. Untuk pemesanan, lebih dari lima buku, akan dibebaskan biaya ongkos kirim (Pulau Jawa). Promo pracetak ini akan berakhir pada tanggal 21 Juli 2011.

Pemesanan dapat dilakukan dengan mengirimkan pesan ke kotak masuk facebook saya atau dengan memesan melalui pesan singkat ke nomor 08563466831
Kumcer Batu Betina direncanakan hanya akan didistribusikan di toko buku Gramedia dan Gunung Agung se JABODETABEK dan lewat pemesanan yang telah tersedia.

Iklan

4 thoughts on “BATU BETINA DAN CARA SYARIF MEMBACA REALITAS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s