Catatan

Setitik perhatian untuk semangat hidup seseorang

Dian Fitri Magfiroh                                      1101055024

Eka Nurjanah                                               1101055028

Irawan                                                           1101055052

Laelathul Qomariah                                     1101055131

Siti Syafaah                                                   1101055145

Judul              : Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata-kata

Penulis          : Putu Wijaya

 

 

Cerpen ini merupakan salah satu cerpen dari sekian banyak karya cerpen yang telah dibuat oleh Putu Wijaya. Putu Wijaya yang bernama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya lahir di Tabanan, Bali, 14 April 1944. Cerpen ain karya Putu Wijaya Setan 2002, Doa 2011, Keadilan 2012, dll. Cerpen ini bercerita tentang sosok seorang bapak yang memiliki ketetapan hati untuk memiliki karangan bunga padahal sang pemilik toko bunga tersebut sudah menegaskan bahwa karangan bunga tersebut tidak dijual tetapi si tokoh bapak tetap bersikukuh untuk membeli karangan bunga tersebut demi untuk memuaskan hasratnya. Di dalam ceren ini Putu Wijaya juga mengutip puisi karya Goenawan Muhammad yang berjudul “Di Beranda itu Angin Tak Berhembus Lagi”. Puisi karangan Goenawan Muhammad tersebut seakan memberi nyawa pada cerpen tersebut dengan kata-kata indah yang tersirat di dalamnya.

Cerpen ini menceritakan tentang seorang bapak yang sedang mencari bunga untuk hadiah ulang tahun. Sudah lama dia mencari bunga yang cocok untuk hadiah ulang tahunnya tetapi belum juga diperoleh. Dia baru mendapatkannya ketika seorang gadis pemilik toko bunga menawarkan bunga hasil rangkaiannya yang tidak di jual, bapak tersebut membeli bunga untuk hadiah ulang tahunnya sendiri. Bukan sesuatu yang sulit untuk mengucapkan selamat ulangtahun, ucapan selamat ulang tahun bisa membuat bahagia untuk seseorang yang sedang ulang tahun. Ucapan selamat sebenarnya tidak mengganggu kesibukan si pemberi selamat sama sekali, seperti percakapan di bawah ini.

”Kamu tak mau mengucapkan selamat ulang tahun buat aku?” Dia bengong.

”Aku memang tak pantas diberi ucapan selamat.”

”Jadi, bunga ini untuk Bapak?”

”Ya.”

”Bapak membelinya untuk Bapak sendiri?”

”Ya.Apa salahnya?”

”Bapak yang ulang tahun?”

”Ya.”

Dia menatapku tak percaya.

”Kenapa?”

”Mestinya mereka yang mengirimkan bunga untuk Bapak.”

”Mereka siapa?”       

”Ya, keluarga Bapak. Teman-teman Bapak. Anak Bapak, istri Bapak, atau pacar Bapak…”

”Mereka terlalu sibuk.”

”Mengucapkan selamat tidak pernah mengganggu kesibukan.”

”Tapi itu kenyataannya. Jadi aku beli bunga untuk diriku sendiri dan ucapkan selamat untuk diriku sendiri karena kau juga tidak mau!”

Gadis pemilik toko bunga itu langsung mengembalikan uang bapak pembeli bunga dan mengatakan bahwa bunga itu hadiah untuk dia untuk hadiah ulang tahunnya dan mengantarkan dia pulang dengan mobil ferrarinya.

Kelebihan dari cerpen ini adalah Dapat membawa pembacanya untuk sadar pada hal-hal sepele yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Masalah-masalah kecil yang sesungguhnya memberikan pengaruh yang besar seringkali dilupakan. Gaya bahasa yang lugas dan mudah dimengerti, alur dan setting yang sederhana, dan kesederhanaan tokoh yang hadir dalam cerpen namun semua itu memiliki makna tersendiri yang mendalam. Toko bunga yang menandakan berbagai keindahan dan kenyamanan, namun hadirnya sosok aku yang justru tak dapat meniknati keindahan dan kenyamanan itu. Sementara pemilik toko, yaitu tokoh gadis cantik yang dapat menarik hati tokoh aku. Di sini menggambarkan bahwa meskipun berada di lingkungan yang serba indah dan nyaman, hanya ada satu yang membuatnya merasa bahagia, nyaman dan semangat menjalani hidup. Hingga ia merelakan semua yang ia miliki untuk membeli kebahagiaan itu.

Namun disamping kelebihan pasti ada kekurangan, begitu pun dengan cerpen ini. Kekurangan dari cerpen ini kalimat “Aku menoleh dan menemukan seorang gadis cantik usianya di bawah 25 tahun. Atau mungkin kurang dari itu.”
kalimat diatas rancu karena  usia di bawah 25 tahunsudah pasti kurang dari 25 tahun. Tidak perlu lagi ditambah kalimat “Atau mungkin kurang dari itu.”.  Akhir cerita yang dibuat menggantung membuat pembaca memikirkan sendiri akhir cerita tersebut. Terserah mereka membuat akhir ceritanya seperti apa.

Cerpen yang dihasilkan oleh Putu Wijaya bukan hanya ini saja. Masih banyak cerpen-cerpen lain yang tidak kalah bagus. Tetapi, untuk cerpen Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata-kata ini cukup membuat pembaca menjadi lebih semangat untuk membacanya. Toko bunga yang menandakan berbagai keindahan dan kenyamanan, namun hadirnya sosok aku yang justru tak dapat meniknati keindahan dan kenyamanan itu. Sementara pemilik toko, yaitu tokoh gadis cantik yang dapat menarik hati tokoh aku. Di sini menggambarkan bahwa meskipun berada di lingkungan yang serba indah dan nyaman, hanya ada satu yang membuatnya merasa bahagia, nyaman dan semangat menjalani hidup. Hingga ia merelakan semua yang ia miliki untuk membeli kebahagiaan itu, inilah kondisi kejiwaan yang digambarkan tokoh aku dalam cerpen “Bersiap Kecewa, Bersedih Tanpa Kata-kata” karya Putu Wijaya. Dari cerpen ini dapat diambil satu nilai berharga yaitu betapa besarnya pengaruh setitik perhatian dari satu orang untuk semangat hidup seseorang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s